Nama: Suma Anglocita Tjondrokoesoemo
Dikenal juga dengan: Suma; Cita
Jenis kelamin: Perempuan
Tanggal istimewa: 21 Oktober
Tinggi: 166 cm
Golongan darah: O
Spesies: Manusia
Pekerjaan: Jurnalis Investigasi Kriminal


Sebagai Awalan—Suma Anglocita Tjondrokoesoemo, orang biasa memanggilnya Suma, adalah seorang wanita berkebangsaan Indonesia yang sepertinya bukan asli berasal dari negeri kepulauan tersebut. Fitur wajahnya tidak akrab tercetak di wajah-wajah asli penduduk NKRI. Banyak yang menebak bahwa sang puan berasal dari Negeri Gingseng atau Tirai Bambu, namun kembali lagi, tidak ada yang tahu jelasnya.Perangainya diam, tak banyak bicara dan bertingkah, namun bukan puan pemalu dan pendiam. Sejatinya tutur kalimatnya lumayan tajam dan tak jarang pula melontarkan komentar-komentar spontan terhadap suatu hal. Dia tak suka berucap kasar, hanya jika keadaan melenceng jauh dari apa yang dia bayangkan. Selebihnya dia layaknya perempuan pada umumnya.


Perawakannya—Memiliki tinggi 166 cm, Suma termasuk perempuan yang tidak kurus tak juga gemuk. Pas.
Kesehariannya tampil dengan rambut hitam—yang akan tampak sedikit ungu di bawah sinar matahari—melampaui punggung yang sudah beberapa kali coba ia potong namun selalu urung dilakukan.
Retina matanyanya keunguan, sudah begitu sedari dia berumur tujuh tahun, tulang wajahnya yang tegas membingkai manis melengkapi penampilannya.Dia tidak terlalu ambil pusing mengenai caranya berpakaian. Hanya mengenakan yang sekiranya membuat dia nyaman. Riasan wajah juga tidak macam-macam karena dia tidak menyukai saat wajahnya terasa kaku dan berat karena produk kecantikan.

Warita asal-usul—

Namanya Suma Anglocita Tjondrokoesoemo. Asal usulnya tak diketahui, dia dibaringkan dalam keranjang berlapis kain buaian yang diletakkan di depan sebuah rumah sederhana milik keluarga Kertiyasa, salah satu keluarga abdi dalem keraton yang turun temurun telah mengabdi pada kesultanan. Hanya nama yang terbordir rapi menggunakan aksara jawa kuno di bagian ujung kain yang menjadi penanda identitasnya.Keluarga Kertiyasa tak tahu menahu mengenai bayi itu. Bahkan setelah dibawa dalam "penglihatan" sesepuh Kertiyasa, mereka tak menemukan informasi apapun tentangnya, hanya sebuah pesan, Suma datang sebagai bantuan yang mereka doakan.Tuan dan Nyonya Kertiyasa merawat Suma bagai anak kandung; dengan kasih sayang serta pula kehangatan. Membesarkannya bersama dengan anak semata wayang mereka. Keduanya tak pernah menutupi mengenai asal usulnya dan dengan jujur menceritakan kenapa nama belakangnya berbeda dari kakak laki-laki atau sanak saudara yang lainnya ketika Suma bertanya.

Lambat laun, semakin bertumbuhnya dia, Suma mengerti kenapa dia ada di sini, mengerti dengan dirinya, dan apa yang dia mampu lakukan. Dia mengerti kenapa dia merupakan "bantuan" yang datang ke dalam keluarga ini.Suatu hari di tahun ke 17 hidupnya, Suma terbangun dari sebuah mimpi dalam tidur malamnya. Mimpi yang memunculkan sebuah tanya dan rasa penasaran dalam dirinya mengenai asal-usulnya. Kembali dia pertanyakan tujuannya ada di sini, kenapa keluarga ini? Apa maksud dari mimpinya tadi? Dari garis keturunan mana sebenarnya dia berasal? dan kenapa Ulen Sentalu muncul dalam mimpinya?Mimpi itu menjadi awal dari perjalanan pencariannya. Pencarian yang tak kunjung memunculkan ujung karena semakin banyaknya tali yang saling terhubung.


Tulang wangi—

[akan segera ditambahkan]


Hal-hal lain—

+.' tidak suka dengan jarum suntik
+.' nama Umang, anjingnya di rumah, diambil dari nama Suma dan kakaknya.
+.' sensitif secara spiritual.
+.' hobinya menyangkut menulis, traveling, dan kerajinan tangan.
+.' hidup idealnya adalah memiliki rumah di desa, lahan yang cukup untuk bercocok tanam, dan beberapa ternak untuk digembalakan.


KABOOM!!Halo, resa menyapa!!
Pertama-tama, terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca hingga kemari. Terima kasih juga sudah tertarik membuka profile Suma!
Di sini saya hendak mengatakan bahwa, karakter ini not related to Aroma Karsa by Dee but I adopt some concept from the masterpiece, jadi jika ada kesamaan cerita atau apapun dengan penulis semua sekalian, itu murni sebuah kebetulan. Kebetulan dari semua ide yang melayang di udara, kita menangkap ide yang sama. Begitu kira-kira.Selain itu saya juga hendak menyampaikan beberapa hal:1. Plotting.
Godmodding, metagaming, dll sangat-sangat dilarang!
Boleh dilakukan asalkan kita sudah mencapai kesepakatan. Dan jika tiba-tiba saya yang melakukan, mohon untuk ditegur saja~
2.Bahasa.
Saya terbuka untuk berbagai bahasa, dimulai dari Bahasa Kalbu hingga Bahasa Mesir sekalipun. Namun yang perlu diperhatikan adalah, penulisan plot di luar Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia bisa saja mengalami kesalahan yang melenceng sangat jauh. Tapi gas aja 🔥
3. Relasi.
Saya terbuka untuk semua relasi; keluarga atau sahabat, kolega atau atasan, musuh ataupun teman. Segala jenis SL kalau terbilang masuk akal dan tidak mengyimpang dan bisa dilakukan Suma pun bisa. Intinya, mari berdiskusi bersama~
Sekian dari saya, sudah sangat panjang. Terima kasih dan salam sayang💕